Korban Tabrak Lari
Malam itu kita bertiga, Mas Bayu, mas Iwan dan aku sendiri begadang sambil ngenet, seperti biasa kita ngenet di rumah Mas Bayu coz disana ada speedy gratisan, tapi syaratnya harus bawa laptop sensdiri2,
, kita mulai kira-kira jam 12 malam, karena asyik browsing tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hingga telah menunjukkan pukul 3 pagi , sementara itu bersamaan dengan berjalannya waktu perut kita bertiga triak2 ga karuan dengan bahasa yang tak kita mengerti namun kita fahami, sepertinya si perut minta diisi sehingga ketenangan kita bertiga dalam browsingpun harus terganggu, akhirnya karena sudah tak tahan lagi kita pun berangkat menuju warung pecel dini hari yang selalu jadi favorit kita disaat pagi buta seperti itu. Tanpa pikir panjang kita berangkat, Mas Bayu boncengan sama aku dan Mas Iwan sendirian, saat itu malam terasa dingin dan suasana cukup sepi, dalam hati saya berfikir, keadaan tumben sangat aneh, ga seperti biasanya, jangan2 memang ada yang aneh atau ada apa-apa di jalan, hati berdebar cukup kencang tak karuan, berfikir dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi di depan. Setelah berapa waktu motor kita melaju dengan kecepatan rata-rata 30 Km/jam, ternyata benar yang kupikirkan, apa yang kurasakan tembus, alias firasatku tidak salah..Kita Bertemu Dengan Korban Tabrak Lari..Tubuh Legam Tampak Terkoyak Tergeletak di Tengah Jalan… Read more
