Belanja Online

Seonggok Pasir Yang Menyadarkan Ku..

December 21, 2009 · Posted in Cerita Pribadi 

Seonggok Pasir Yang Menyadarkan Ku, ya benar seonggok pasir yang benar-benar mebuatku sadar, sadar akan betapa kerasnya sebenarnya perjuangan hidup, sadar akan betapa berat hidup ini bagi mereka-mereka yang berjuang demi keping-keping receh rupiah…

Awal dari pemikiran ini adalah ketika bapak ku membeli pasir untuk menguruk samping rumah yang memang agak landai sehingga jika hujan datang pasti digenangi air, singkat cerita pasir sudah datang dan ditempatkan di depan rumah, nah tugasnya adalah membawa pasir tersebut dari depan rumah ke samping rumah atau ketempat yang landai tadi, karena jumlah pasirnya tidak sedikit dan kondisi bapak saya juga ga sehat akirnya kita cari orang untuk membantu mengerjakan tugas tersebut, datanglah namanya “Pak Sarni”, orang suruhan bapak, orangnya ga terlalu besar, umur 40an lebih dikit dan dia memiliki warung kecil tempat jualan nasi pecel tiap pagi yang jadi tumpuan untuk menghidupi 3 anaknya yang masih kecil2, 2  di bangku SD dan 1 bangku SMP, tanpa banyak kata dengan sedikit arahan dari bapak pak sarni dengan cangkul di pundaknya langsung bergegas mulai bekerja dengan penuh semangat, nampak di raut wajahnya semangat itu, tampak wajah ke 3 anaknya dalam kobar semangatnya itu, saya tau persis, karena dengan semangat seperti itulah dulu bapak bekerja demi aku…

Bersamaan dengan itu akupun juga mencari cangkul di dalam gudang dan langsung ikut membantu Pak Sarni untuk memindahkan pasir dari depan menuju kesamping rumah cangkul demi cangkul, pasir dimasukkan ke dalam alat yang namanya Glendeng ( Kendaraan beroda 2 buatan warga fungsinya untuk mengangkut barang2 tertentu, ex. pasir, batu bata, padi, dsb..), satu Glendeng aku masih sanggup, 2 Glendeng aku masih kuat, 3 Glendeng dah mulai lunglai, 4 Glendeng aku dah K.O, kecapekan mencangkul dan kecapekan ndorong Glendeng dari depan ke samping rumah, capek…bener bener capek, capek sekali, sangat capek sehingga aku harus duduk istirahat, aku melemaskan pinggangku yang terasa kaku kram, menghela nafasku dalam-dalam untuk menahan degupan jantung yang semakin kencang, sementara itu kulihat tampak Pak Sarni dengan semangat juang tinggi tak henti mengulang kegiatan yang tadi kita lakuakn bersama, “hebat….” benakku berkata untuk menyanjung Pak Sarni dalam hati, betapa hebat dia…dengan usia segitu tapi masih kuat bekerja seberat itu…

Dalam diam itu banyak yang kurenungkan, banyak hal menjadi jelas di kepalaku, seakan jawaban baru saja terungkap, jawaban atas pertanyaan yang tak pernah kuajukan, kusadari satu hal bahwa hidup itu ternyata seperti ini, hidup itu tak seperti yang aku ketahui selama ini, yang aku tahu hidup itu mudah, tanpa perjuangan, berjalan apa adanya, tanpa usaha, namun ternyata sebaliknya, hidup itu tak semudah yang kubayangkan dan yang kulalui selama ini, memang yang aku lalukan tadi hanya mengangkat pasir dan mencangkul dari depan ke samping rumah, namun itu adlah gambaran jelas, ada aku disitu yang tidak kuat karena hanya mengangkat 4 Glendeng pasir, dan juga ada Pak Sarni disitu yang menjadi aktor utama dari gambaran tersebut, beliau terus mencangkul, terus membawa pasir dengan peluh yang tak henti, namun beliau semangat…semangatnya adalah 3 putra dan putrinya, yang selalu dia bawa untuk bahan bakar tenaganya dalam menghabiskan sisa pasir yang masih ada didepan rumah..bahan bakar untuk mendapatkan upah yang hanya 75 ribu untuk menghidupi anggota keluarganya, salut…saya salut pada Pak Sarni..Saya sendiri tidak yakin akan mampu berbuat seperti beliau suatu saat nanti…

Sejenak aku masih terdiam, dan akirnya aku mulai tersadar dari lamunan ku tersebut, dalam sadar tersebut aku serasa menjadi orang baru, dalam sadar tersebut aku merasa mempunyai tongkat yang lebih kuat untuk aku jadikan pegangan dalam menghadapi hidup kelak, setidaknya aku lebih faham bahwa hidup itu lebih berat daripada 4 Glendeng pasir yang berhasil kupindahkan bersama Pak Sarni, atau bahkan seberat sisa pasir yang masih harus dipindahkan Pak Sarni, sekali lagi terima Kasih pada Seonggok Pasir yang telah menyadarkanku…

Itu sedikit gambaran perasaan yang aku rasakan saat ini, bahkan yang mampu aku gambarkan disini mungkin tidak lebih dari 30% saja, hanya aku yang dapat merasakan arti ini, namun tidak ada salahnya jika anda sedikit berempati untuk mampu merasakkan dahsyatnya pengalaman dalam menerpa hidup kita, memberikan pelajaran yang tak pernah ada metode kurikulumnya, hanya kemampuan dari masing2 yang akan dapat mengambil pelajaran itu, semoga anda juga dapat mengambil sedikit pelajaran dari yang coba saya gambarkan disini, terima kasih dan……..Selesai…

Random Posts

Comments

9 Responses to “Seonggok Pasir Yang Menyadarkan Ku..”

  1. prex on December 22nd, 2009 10:40 pm

    iyuh koyok pujangga ae

  2. abdulrahman on December 25th, 2009 9:59 pm

    smangat

  3. dafiDRiau on December 26th, 2009 2:37 pm

    Sepertinya memang pujangga

    dafiDRiau´s last blog ..ApakahTahun 2010 akan Membawa Pencerahan Bagi Bisnis Internet kita ?

  4. RENA on December 27th, 2009 10:24 am

    wah wah Romantis sekali mas artilce nya
    Thanks Yach jalan jalna yach ke Blog Rena

    Thanks and Nice to meet you

  5. Iendonesia on December 31st, 2009 7:40 pm

    Met tahun baru dengan semangat baru…..

  6. mbahmul on January 6th, 2010 1:52 am

    hm… Masih mending mas dapet 4. Kalau aku, ….. byuh…

  7. Novan's on January 10th, 2010 5:14 am

    Jiwa akn spi tnpa “CINTA”
    Hati akn tnpa “PELUKAN”
    Langkah akn s’sat tnpa “TUJUAN”
    cinta akn hmpa tnpa”KASIH SYANG&PERHATIAN”
    prhtian akn sia2 tnpa “KESETIA’N”
    mka jlni hdp dgn pnuh kstia’n pda psngan qt. .!!

  8. bay on April 7th, 2010 11:49 am

    cuuuuuuiiiiiiiiiiit-cuuuuuuuuuuuiiiiiiiiiiiiiiiit

  9. yana on April 9th, 2010 1:01 am

    indah sekali tp sayang hidup bukan kayalan kenyataan itu lebih pahit dr cuma berkayal

Leave a Reply




Baju Blus, Baju Jaket Cewek, Baju Jaket Cowok, Baju Kaos Cewek, Baju Kaos Cowok, Baju Kemeja, Baju Muslim, Baju Olahraga, Celana Cewek, Celana Cowok, Dompet Cewek, Dompet Cowok, Feature, Sandal Cewek, Sandal Cowok, Sepatu Cowok, Tas Cewek, Tas Cowok, Topi